JAKARTA, KOMPAS.com- Ekonom Bright Institute Awalil Rizky menilai postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 masih berisiko mengalami pelebaran defisit.
Risiko tersebut muncul karena target pendapatan negara dinilai terlalu tinggi, sementara belanja negara cenderung sulit ditekan.
Dalam RAPBN 2027, pemerintah menargetkan defisit anggaran sebesar Rp 671,16 triliun atau 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan outlook APBN 2026 yang diperkirakan mengalami defisit Rp 734,32 triliun atau 2,85 persen terhadap PDB.
"Target Pendapatan terlampau