Jakarta, Beritasatu.com - Bursa saham Asia bergerak bervariasi pada perdagangan Senin (24/8/2026), ketika investor mencermati rencana sanksi Amerika Serikat terhadap Iran serta sejumlah agenda ekonomi global yang berpotensi memengaruhi pasar.
Pergerakan saham di kawasan cenderung tertahan karena pelaku pasar menunggu rincian sanksi yang akan diumumkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Kebijakan tersebut menjadi perhatian karena Iran masih menguasai Selat Hormuz, salah satu jalur penting perdagangan energi dunia.
Indeks Nikkei Jepang bergerak datar setelah sebelumnya terkoreksi hampir 4% sepanjang pekan lalu.