JAKARTA, KOMPAS.com - Kesempatan perempuan mengembangkan usaha tidak hanya ditentukan oleh akses terhadap modal, pelatihan, maupun layanan keuangan. Beban pekerjaan domestik dan perawatan di rumah tangga turut memengaruhi ruang dan waktu perempuan untuk terlibat dalam kegiatan kelompok usaha dan mengembangkan usahanya.
Temuan tersebut terungkap dalam kajian “Menuju Model Bisnis Inklusif yang Responsif Gender: Pembelajaran dari Kelompok Subsisten di Indonesia” yang diluncurkan Bank Indonesia (BI) bersama Women’s World Banking dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Jumat (21/8/2026). Peluncuran dilakukan