REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Surat kabar Sunday Telegraph melaporkan bahwa peretas asal Iran melumpuhkan sebuah pembangkit listrik di Inggris selama empat hari dalam serangan siber yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menurut surat kabar tersebut, insiden ini tampaknya menjadi kali pertama peretasĀ terkait dengan Iran berhasil melumpuhkan fasilitas Inggris itu.
Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan serangkaian serangan terhadap infrastruktur air di Amerika Serikat bulan lalu yang berdampak pada setidaknya 12 negara bagian dan menimbulkan kekhawatiran di Gedung Putih.
The Telegraph menyebutkan bahwa