REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) dinilai perlu diikuti penguatan industri dalam negeri agar keterbukaan pasar tidak hanya meningkatkan arus perdagangan, tetapi juga memberi dampak terhadap kapasitas industri nasional. Penguatan tersebut mencakup investasi, hilirisasi, transfer teknologi, tenaga kerja, hingga keberlanjutan rantai pasok.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, mengatakan implementasi FTA perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap kinerja industri nasional. Hal tersebut disampaikan Akbar dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dampak Perjanjian Perdagangan Bebas