TRIBUNNEWS.COM - Perang Iran yang sudah berlangsung selama hampir tiga bulan membuat Amerika Serikat (AS) mengalami penyusutan amunisi.
Akibatnya, pertahanan udara di Timur Tengah semakin terancam akibat dari krisis amunisi ini.
Dengan adanya tragedi ini, sebuah perusahaan startup teknologi asal Florida, AS, Powerus kini mulai ikut memproduksi drone pencegat murah di Uni Emirat Arab (UEA).
Perusahaan pertahanan berbiaya murah tersebut menghadirkan sistem pencegat bernama Guardian.
Berbeda dengan sistem pertahanan rudal Patriot PAC-3 buatan Lockheed Martin yang harganya mencapai jutaan dolar