TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan pelebaran defisit transaksi berjalan Indonesia.
Rencana Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran juga memicu kekhawatiran pasar terhadap kenaikan harga energi, yang berpotensi menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah pada perdagangan sore ini ditutup melemah 27 poin ke level Rp 17.721 per dolar AS.
"Pada perdagangan sore ini, mata