REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengingatkan Indonesia tidak cukup hanya mengejar kecakapan teknologi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) masa depan. Kemampuan yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan atau green skill dinilai akan menjadi salah satu kompetensi penting di tengah ancaman perubahan iklim dan transformasi menuju Society 5.0.
Arif mengatakan arah perkembangan peradaban kini tidak lagi hanya bertumpu pada kemajuan teknologi. Society 5.0 justru menempatkan manusia dan keberlanjutan lingkungan sebagai dua fondasi utama.
"Sekarang