JAKARTA, KOMPAS.com - Penentuan Desil dari 1-10 jadi polemik di tengah masyarakat.
Warga ramai-ramai memberikan pendapatnya mengenai pengelompokan desil di DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) di peringkat 6-10 dinilai tak tepat.
Seorang warga bernama Farah (28) berpendapat pemerintah dalam hal ini Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) memakai data pengeluaran nyata satu keluarga per bulan termasuk adanya cicilan atau tidak.
Bisa jadi seseorang punya gaji cukup tinggi tapi segera habis digunakan membayar cicilan