Jakarta (ANTARA) - Pengamat pertanian Center of Reform on Economics (CORE) Eliza Mardian mendorong pemerintah memprioritaskan pemerataan distribusi dan akses beras di dalam negeri sebelum memperluas peluang ekspor, meskipun produksi beras nasional diproyeksikan mengalami surplus.
“Lebih baik fokus dulu pembenahan dalam negeri. Dalam kerangka ketahanan pangan yang utuh, indikatornya bukan cuma ketersediaan, tetapi juga akses, keterjangkauan, dan stabilitas,” kata Eliza saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Berdasarkan proyeksi neraca pangan Kementerian Pertanian, produksi beras pada 2026 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton,