Liputan6.com, Jakarta - Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS), Sarjito, ingin mengubah posisi Indonesia dalam perdagangan mineral dan komoditas strategis dunia. Indonesia yang selama ini lebih banyak menjadi price taker atau penerima harga ditargetkan secara bertahap mampu menjadi price influencer hingga price maker.
Menurut Sarjito, target tersebut menjadi salah satu alasan penting di balik pembangunan BMKS. Sebagai negara dengan kekayaan mineral yang besar, Indonesia dinilai seharusnya memiliki peran lebih kuat dalam menentukan harga komoditas yang dihasilkannya.