Jakarta (ANTARA) - Pengamat pertanian dari Center of Reform on Economics (CORE) Eliza Mardian menilai kapasitas penyerapan Perum Bulog menjadi salah satu faktor utama untuk menjaga harga gabah di tingkat petani ketika produksi beras surplus.
Berdasarkan proyeksi neraca pangan Kementerian Pertanian, produksi beras pada 2026 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sebesar 31,10 juta ton, sehingga terdapat surplus sekitar 3,67 juta ton.
Eliza, saat dihubungi di Jakarta, Senin, menjelaskan surplus produksi beras berpotensi menekan harga gabah apabila tambahan