Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonom mengungkapkan investor asing mulai kembali melirik pasar obligasi pemerintah Indonesia atau surat berharga negara (SBN) dan pasar saham Indonesia, setelah sempat melepas kepemilikannya di SBN dan pasar saham RI.
Chief Economist Bank Permata Josua Pardede mengatakan asing kembali masuk ke dalam SBN sebesar US$0,93 miliar ke SBN, menandakan adanya perpanjangan penempatan dana asing di SBN.
"Pada Agustus, ketika rupiah sudah mencapai sekitar Rp17.693/US$, terjadi arus masuk bersih sekitar US$2,08 miliar, terdiri dari sekitar US$0,93 miliar