TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beban penanganan penyakit demam berdarah dengue(DBD) di Indonesia mencapai hampir Rp9 triliun pada 2024. Kondisi ini mendorong Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat upaya pengendalian demam berdarah dengue melalui layanan kesehatan primer dan kolaborasi lintas sektor.
Hal tersebut dibahas dalam Pertemuan Nasional (PERNAS) ADINKES 2026 di Malang, Jawa Timur, pada 4–7 Agustus 2026.
Studi Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkirakan terdapat lebih dari dua juta rawat inap akibat demam berdarah dengue pada 2024.