JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Bright Institute Awalil Rizky menilai postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 masih menghadapi risiko defisit melebar.
Risiko tersebut terutama berasal dari target pendapatan negara yang dinilai terlalu tinggi, sementara belanja negara cenderung terealisasi sesuai rencana bahkan berpotensi melampaui alokasi.
Dalam RAPBN 2027, pemerintah menargetkan defisit anggaran sebesar Rp 671,16 triliun atau setara 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Target Pendapatan Negara dalam postur APBN tampak lebih merupakan target, bahkan harapan," katanya dalam