HONG KONG, KOMPAS.com - Maskapai berbiaya rendah (low-cost carrier/LCC) di Asia Tenggara menghadapi paruh kedua 2026 yang berat.
Harga bahan bakar yang masih menekan margin keuntungan bertemu dengan daya beli rumah tangga yang terbatas, sehingga ruang maskapai untuk menaikkan harga tiket menjadi semakin sempit.
Kinerja terbaru AirAsia Malaysia, Scoot, dan Cebu Pacific menunjukkan tekanan tersebut. AirAsia dan Cebu Pacific mencatat kerugian bersih, sementara kerugian operasional Scoot hampir dua kali lipat pada kuartal terakhir.
Kondisi ini memperlihatkan tantangan utama model bisnis