Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Penggunaan yasashii nihongo atau bahasa Jepang sederhana semakin meluas di Jepang untuk menyampaikan informasi secara tepat dan mudah dipahami kepada warga asing yang belum menguasai bahasa Jepang, terutama ketika terjadi bencana.
"Bahasa Jepang sederhana mulai dikembangkan setelah Gempa Besar Hanshin pada 1995. Saat itu, banyak warga asing menjadi korban karena tidak dapat memahami peringatan darurat dan perintah evakuasi yang disampaikan dalam bahasa Jepang," ungkap sumber Tribunnews.com di pemda Tokyo Senin