TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kuota program pendidikan untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan sawit pada 2026 meningkat menjadi 5.000 penerima.
Program tersebut mencakup jenjang pendidikan D1 hingga S1 dan melibatkan 42 lembaga pendidikan dengan nilai kontrak sekitar Rp891 miliar.
Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Eddy Abdurachman mengatakan peningkatan kualitas SDM diperlukan untuk menjawab kebutuhan industri sawit yang terus berkembang.
Menurut Eddy, kebutuhan industri tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produktivitas perkebunan, tetapi juga kemampuan SDM dalam bidang teknologi, inovasi,