Jakarta (ANTARA) - Pemanfaatan mekanisme tingkat ASEAN oleh negara-negara tetangga untuk merespons dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Indonesia adalah bentuk menghargai kedaulatan dan prinsip non-interferensi sesama negara anggota.
“Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran akan prinsip yang sudah melembaga, yakni saling menghargai prinsip kedaulatan, sehingga membuat sesama anggota ASEAN tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing,” kata pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah merespons pertanyaan ANTARA di Jakarta, Senin.
Mengenai keputusan pemerintah Malaysia dan Brunei Darussalam baru-baru ini untuk merespons persoalan