Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) melontarkan ancaman mengerikan kepada Iran dengan bersiap meluncurkan serangan finansial terbesar dalam sejarah. Merespons manuver agresif tersebut, Teheran bersumpah akan menghentikan seluruh ekspor minyak dari kawasan Teluk jika perang ekonomi ini terus berlanjut.
Mengutip Reuters, Senin (24/08/2026), Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan akan menggelar konferensi pers pada hari Senin pukul 13.00 waktu setempat untuk mengumumkan langkah-langkah sanksi yang jauh lebih berat. Sanksi ekonomi baru yang mematikan ini secara khusus akan menargetkan langsung