Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengklarifikasi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto soal potensi 1.800 ton emas masyarakat yang disebut masih disimpan 'di bawah bantal'.
Pemerintah menyebut istilah tersebut bukan berarti secara harfiah emas masyarakat berada di bawah bantal, melainkan metafora untuk menggambarkan emas yang masih disimpan secara pribadi di rumah.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan angka 1.800 ton merupakan perkiraan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan lintas generasi.
"Sebagian emas tersebut hingga kini masih