Setiap kali bulan Rabiul Awal datang, suasana umat Islam terasa berbeda. Masjid dan musala kembali ramai dengan lantunan shalawat. Pengajian digelar, makanan dibagikan, santunan diberikan kepada anak yatim dan kaum dhuafa, dan berbagai tradisi Maulid hidup di tengah masyarakat.
Ada yang menyelenggarakan tasyakuran, Gerebek Maulud, pembacaan Maulid, hingga kegiatan sosial. Semua itu adalah ekspresi kecintaan umat kepada manusia agung, Nabi Muhammad SAW.
Namun, Maulid semestinya tidak berhenti sebagai perayaan tahunan. Jangan sampai kita begitu meriah memperingati kelahiran Nabi, tetapi lupa