TRIBUNNEWS.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan memicu kabut asap tebal yang berlangsung selama berminggu-minggu.
Dampaknya mulai terasa pada kesehatan warga, terutama mereka yang mengalami gangguan pernapasan setelah terus-menerus terpapar asap.
Sekitar 5.000 orang mendatangi ruang gawat darurat di Kalimantan Barat setiap pekan dengan keluhan pernapasan sejak Juli 2026.
Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan rata-rata sekitar 500 kunjungan per pekan pada paruh pertama tahun ini.
Kondisi udara di sejumlah wilayah juga membuat jarak pandang menurun dan mengganggu aktivitas