TRIBUNNEWS.COM - Di tengah duka bencana gempa Nusa Tenggara Timur (NTT), ancaman krisis kesehatan baru kini mengintai lebih dari 180 ribu pengungsi di tenda-tenda darurat.
Pakar epidemiologi mengingatkan pemerintah agar penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemenuhan logistik pangan, tetapi juga memprioritaskan penanganan medis khusus bagi kelompok rentan seperti lansia, balita, dan ibu hamil.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meluas. Hingga kini, korban meninggal dunia mencapai 100 orang, 1.603 jiwa