Liputan6.com, Berlin - Sedikitnya 35.000 orang lebih banyak meninggal selama empat gelombang panas berturut-turut yang memecahkan rekor di Eropa musim panas ini dibandingkan jumlah kematian yang biasanya diperkirakan terjadi.
Angka tersebut masih bersifat sementara karena baru mencakup data dari sedikitnya separuh wilayah benua Eropa. Para ahli memperkirakan jumlah korban akan meningkat signifikan setelah data kematian pada Agustus selesai dihimpun dan dianalisis.
Di tiga negara besar Uni Eropa, yakni Jerman, Prancis, dan Spanyol, jumlah kematian berlebih sementara sudah melampaui 25.000 orang.