JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembangan eksplorasi gas di Indonesia dinilai berisiko kurang menarik bagi investor jika tidak dibarengi kepastian pasar dan ketersediaan infrastruktur yang mendukung penyaluran gas hingga ke pengguna akhir.
Praktisi Migas Benny Lubiantara mengatakan, ketersediaan sumber daya dan cadangan gas saja belum cukup apabila tidak didukung infrastruktur dan pasar yang memungkinkan gas diproduksi, disalurkan, dan diserap secara berkelanjutan.
"Driver-nya adalah ketersediaan infrastruktur dan market yang pada akhirnya akan menentukan keekonomian proyek," ujar Benny, Rabu (12/8/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut