Liputan6.com, Jakarta - Validasi data nelayan dan anak buah kapal (ABK), kapal alat tangkap hingga fasilitas perikanan yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Mengutip Antara, Selasa, (25/8/2026), Juru Bicara KKP Ayu Rahmawati menuturkan, proses pendataan (assessment) dan validasi dilakukan untuk mengetahui dampak bencana terhadap masyarakat serta aktivitas usaha perikanan di wilayah terdampak.
"Assessment terus dilakukan, termasuk percepatan validasi data nelayan dan anak buah kapal, kapal, alat tangkap, fasilitas perikanan,