Liputan6.com, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim Iran pernah berupaya membunuh salah satu putranya. Namun, ia tidak memberikan rincian mengenai kapan dan di mana dugaan upaya tersebut terjadi maupun putranya yang menjadi target.
Dikutip dari Al Jazeera, Selasa (25/8/2026), pernyataan Netanyahu disampaikan pada Senin, ketika koalisinya tertinggal dalam sejumlah jajak pendapat menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober. Kondisi itu terjadi setelah perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Perang tersebut dimulai dengan serangan gabungan AS