Liputan6.com, Jakarta - Beberapa pasien di Inggris memilih untuk tidak pergi ke dokter karena resepsionis berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di tempat mereka berobat tidak dapat memahami ucapan mereka.
Lembaga pengawas kesehatan dan sosial Healthwatch Rotherham menyatakan resepsionis AI yang diberi nama Emma digunakan di beberapa klinik wilayah South Yorkshire ini kesulitan mencerna logat warga setempat.
Dikutip dari Futurism, Selasa (25/8/2026), Kym Gleeson selaku Manajer Healthwatch Rotherham menjelaskan keragaman aksen menjadi tantangan utama bagi sistem tersebut. Terlebih, aksen sangat bervariasi