TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Duka akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 belum usai.
Di tengah puing bangunan dan kerentanan 161.874 warga yang kini bertahan di pengungsian, perjuangan baru dimulai, yakni memastikan layanan kesehatan tidak runtuh saat ribuan nyawa sangat membutuhkannya.
Hingga Minggu (23/8/2026), Pusat Krisis Kesehatan mencatat 91 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.
Lumpuhnya sejumlah fasilitas kesehatan setempat mempergenting situasi darurat di enam wilayah terdampak berat, yaitu