TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Setelah penyakit stroke, Alzheimer dan demensia juga perlu menjadi perhatian dalam bidang neurologi di Indonesia utamanya terkait penelitian dan deteksi dini.
Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri The 1st International King's–EMC Neuroscience Masterclass & Symposium 2026, yang mempertemukan dokter dan ahli neurologi dari Indonesia dengan sejumlah pakar internasional, termasuk dari King’s College London yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (22/8).
Menurut Budi, pemerintah telah memperluas akses terhadap fasilitas diagnostik untuk menangani sejumlah penyakit neurologis.