Jakarta (ANTARA) - Peneliti Center for Sharia Economic Development (CSED) Indef Abdul Hakam Naja menilai peluang Indonesia menjadi pemain utama dalam rantai pasok halal global perlu diikuti dengan pemanfaatan berbagai kerja sama perdagangan internasional, penguatan sertifikasi, serta peningkatan kapasitas industri.
Ia menyoroti pentingnya kesepakatan perdagangan Indonesia dengan berbagai negara, termasuk perkembangan kerja sama Indonesia-Amerika Serikat (AS) pada 2026, yang berpotensi memfasilitasi ekspor produk kosmetik, alat kesehatan, manufaktur, dan produk lainnya.
“Kalau ada defisit, di situlah justru kita harus melihat peluang.