Malam itu, lampu-lampu masjid menyala lebih terang dari biasanya. Di halaman, sandal dan sepatu berjejal. Dari dalam masjid terdengar suara jamaah yang mula-mula lirih, lalu meninggi bersama lantunan shalawat. Kitab-kitab Maulid terbuka di atas pangkuan. Jemari mengikuti baris demi baris aksara Arab yang telah berusia ratusan tahun.
Lalu tiba pada satu bagian. Suara pembaca Maulid melambat. Jamaah menundukkan kepala. Beberapa orang mulai mengusap wajah. Ketika nama Muhammad disebut, ruangan yang semula dipenuhi percakapan kecil mendadak senyap. Yang terdengar hanya salawat