REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Serangan Iran dilaporkan mengakibatkan kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap fasilitas intelijen dan peralatan pengawasan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Hal itu terungkap dalam laporan NBC News mengutip sejumlah sumber.
Menurut laporan tersebut, tingkat kerusakan fasilitas intelijen itu lebih parah dibandingkan kerusakan yang pernah dialami badan intelijen AS sebelumnya. NBC News melaporkan bahwa biaya untuk memulihkan fasilitas dan peralatan tersebut diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.
Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap