REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lebih dari setahun setelah Qatar menyerahkan sebuah Boeing 747-8 mewah kepada Amerika Serikat (AS) untuk digunakan Presiden Donald Trump sebagai Air Force One, negara Teluk itu kini menghadapi tekanan ekonomi dan keamanan yang berat akibat perang melawan Iran. Pukulan terhadap fasilitas gas Qatar dan terganggunya Selat Hormuz telah menekan ekspor LNG, sumber utama kekayaan Doha, sekaligus menunjukkan betapa rentannya negara itu terhadap konflik yang melibatkan sekutu terpentingnya, AS.
Pada Selasa (25/8/2026), Trump menyatakan semua ranjau di perairan