Guru Besar Sosiologi Perikanan Universitas Hasanuddin
TRIBUN-TIMUR.COM - Indonesia sedang menghadapi paradoks pembangunan kepulauan.
Kita memiliki ribuan pulau, tetapi banyak pulau kecil masih dibangun sebagai wilayah yang menerima, bukan wilayah yang memberi.
Masyarakatnya menyeberang ke pulau induk untuk sekolah, berobat, mengurus administrasi, membeli kebutuhan, mencari pasar, bahkan pekerjaan.
Sebaliknya, ikan dan hasil sumber daya lainnya lebih banyak bergerak keluar. Arus manusia, barang, dan nilai tambah pun cenderung menuju satu arah.
Paradoks ini penting dibicarakan sekarang. Pemerintah telah menempatkan pembangunan pulau