TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Musim Kemarau di Sulawesi Selatan (Sulsel) begitu dirasakan masyarakat.
Tutupan awan minim, masyarakat harus berjibaku dengan panas matahari beraktifitas di luar ruangan.
Forecaster Badan Meteorologi, Klomatologi dan Geofisika (BMKG) Rekun Matandung mengungkapkan fenomena El-Nino membuat Sulsel makin kering di musim kemarau.
"Puncak Musim kemarau itu Agustus - September cuma karena El-Nino jadi lebih kering daripada sebelumnya," kata Rekun Matandung saat dihubungi reporter Tribun-Timur.com pada Selasa (25/8/2026) malam.
El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di atas