JANGAN-jangan kita bukan semakin tangguh menghadapi bencana, tetapi semakin terbiasa.
Mungkin ini pernyataan provokatif yang belum bisa dibuktikan oleh riset metodologis, tetapi untuk sebuah negeri yang selama bertahun-tahun membangun narasi tentang ketangguhan menghadapi bencana, ini bisa menjadi kalimat hipotesis yang sahih.
Setiap kali bencana datang, kita menyaksikan sesuatu yang mengagumkan: warga saling menolong, dapur umum berdiri, bantuan mengalir, rumah dibersihkan, lalu kehidupan perlahan dimulai kembali.
Tetapi ada garis tipis yang perlu dipertegas, yaitu apakah rakyat bangsa ini resilien dan telah