REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Masykuri Abdillah menegaskan fikih politik harus ditempatkan sebagai wilayah ijtihad yang terbuka terhadap perubahan. Menurut dia, Islam memberikan prinsip dan nilai dasar dalam kehidupan politik, tetapi tidak menetapkan satu bentuk negara yang wajib diterapkan secara seragam di seluruh masyarakat Muslim.
Pandangan tersebut disampaikan Masykuri saat memaparkan buku terbarunya, "Fikih Politik Islam Kontemporer", dalam bedah buku di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta, Senin (24/8/2026). Buku itu mengkaji persoalan negara