Jakarta (ANTARA) - Kepala Pusat Studi Pengelolaan Sumber Daya Lahan, Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Junun Sartohadi, mengingatkan rentetan bencana ekologis tidak murni disebabkan oleh anomali cuaca ekstrem, melainkan diperparah secara signifikan oleh kesalahan tata kelola lahan.
Dalam diskusi yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu, Junun menyoroti kecenderungan masyarakat maupun para pengambil kebijakan yang kerap berpolemik mencari kambing hitam ketika bencana alam melanda, tanpa segera mengambil aksi mitigasi atau perbaikan yang terukur secara ilmiah.
"Kadang kejadian-kejadian ekstrem itu selalu