SETIAP kali aparat penegak hukum mengumumkan pengungkapan narkotika dalam jumlah berton-ton, perhatian publik hampir selalu tertuju pada besarnya barang bukti. Angka ratusan kilogram, satu ton, dua ton, bahkan lebih selalu menjadi perhatian.
Perhatian juga akan beralih kepada kewarganegaraan awak kapal, rute pelayaran, negara asal barang, atau perkiraan nilai ekonominya.
Padahal, angka bukanlah akhir cerita. Ia justru menjadi titik awal untuk membaca bagaimana organisasi kriminal bekerja.
Barang bukti yang disita merupakan jejak yang ditinggalkan jaringan, bukan keseluruhan jaringan itu sendiri.
Dua