Kabakaran hutan dan lahan (kahutla) di Indonesia telah mencapai 72.798 hektare menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kondisi ini menyebabkan sejumlah daerah terpapar udara dengan tingkat polusi yang tinggi.
Menurut perusahaan pengukur kualitas udara global, IQAir, sejumlah wilayah terdampak karhutla memiliki kualitas udara yang buruk, bahkan berbahaya. Pengukuran kualitas udara berfokus pada partikulat halus PM2.5 dengan mengikuti pedoman kualitas udara tahunan PM2.5 dan target interim dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Polusi udara PM2.5 merupakan partikel udara sangat kecil yang bisa