JAKARTA, KOMPAS.com - Ukuran kesejahteraan melalui desil belakangan dipersoalkan setelah banyak masyarakat merasa kategorisasinya jauh berbeda dengan keadaan sebenarnya.
Salah seorang warga, Sri Mega (31), misalnya, mengaku kaget ia berada di desil 6-10 yang dapat dikategorikan sebagai masyarakat mampu.
Ia menilai, namanya bisa masuk ke kategori tersebut karena memiliki kendaraan roda empat yang mengatasnamakan suaminya.
Namun kenyataannya, kendaraan itu sudah ludes terjual.
Usaha jual beli mobilnya pun mengalami kebangkrutan sejak beberapa tahun lalu.
Kini, Sri harus banting tulang sendiri dengan