Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi satelit dan geoinformatika sebagai pilar utama dalam mendeteksi dan mengatasi krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Dalam diskusi yang digelar secara daring di Jakarta, Rabu, Kepala Pusat Riset Geoinformatika BRIN, Rokhis Khomarudin menjelaskan bahwa teknologi geoinformatika sebagaimana yang dikembangkan oleh BRIN menjalankan peran krusial dalam penanganan karhutla.
Peran yang pertama adalah sebagai sistem peringatan dini (early warning system) yang diturunkan melalui model prediksi cuaca.
"Kita