Liputan6.com, Jakarta - Kepungan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) bukan lagi sekadar tren atau alat bantu pekerjaan sementara. Perkembangannya yang masif telah mengubah lanskap pasar kerja global secara drastis.
Sebuah laporan terbaru memperkirakan sebanyak 92 juta pekerjaan di seluruh dunia akan tergeser oleh otomatisasi berbasis AI menjelang tahun 2030.
Laporan Future of Jobs 2025 dari World Economic Forum (WEF), dikutip Rabu (26/8/2026), menekankan bahwa kombinasi pesatnya teknologi, pergeseran demografi, dan ketidakpastian ekonomi global tengah mendaur ulang struktur tenaga kerja.
Meskipun diproyeksikan