PONTIANAK -- Dalam rangkuman laporan kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada periode Minggu hingga Senin, 23 - 24 Agustus 2026, masih dilakukan upaya penanganan dari operasi darat dan operasi udara.
Berdasarkan data dari BNPB terkait informasi penanganan karhutla yang terkonfirmasi juga melalui Sistem Pemantauan Karhutla Kemenhut (Sipongi), disebutkan bahwa dari 6 provinsi prioritas yang ditangani untuk wilayah provinsi Kalimantan Barat merupakan yang terbanyak titik api (hotspot) sejumlah 1.836 dengan indikasi lahan terbakar seluas