TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketika jabatan lebih sibuk dipamerkan daripada dijalankan, di situlah krisis kepemimpinan bermula.
Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Prof Mustari Mustafa, menilai pemimpin di berbagai ruang kehidupan saat ini cenderung lebih menikmati "merk" kepemimpinan.
Ia melihat banyak pemimpin hanya berlindung dibalik jabatan, gelar, partai, kelompok dan organisasi demi meraih sebuah posisi atau simpati publik.
Sementara fungsi kepemimpinan yang seharusnya menjadi prioritas justru menjadi nomor sekian dalam citranya.
"Salah satu pemicu krisis kepemimpinan menurut saya karena ruang kepemimpinan dalam