Zaahira Ramadhani (13) tumbuh di rumah berdinding kayu tanpa banyak ruang untuk privasi. Setelah kedua orang tuanya berpisah, kehidupannya berubah menjadi bagian dari keluarga besar.
Bersama tujuh saudara yang terdiri dari tiga saudara kandung dan empat saudara tiri, Zaahira tinggal bersama ibu, ayah tiri, dan saudara barunya di sebuah rumah berukuran 5x3 meter yang dibangun dari kayu bekas di Koto Gaek.
Perpisahan orang tua, rumah sempit, dan kondisi ekonomi pas-pasan bukanlah hal mudah bagi anak seusianya. Zaahira berusaha menjalani semuanya