Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) membuat rompi pintar untuk menangani tantrum anak-anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Rompi pintar tersebut dinamakan ADAPT-V dan berbasis Deep Pressure Therapy (DPT).
Imovasi ini dilatari dari kepedulian para mahasiswa UB tersebut terhadap problem ADAPT-V, sebuah teknologi wearable berupa rompi pintar berbasis Deep Pressure Therapy (DPT). Respons emosional terhadap rangsangan tertentu kerap memicu tantrum yang tidak terkendali.
Rompi tersebut dirancang khusus untuk mendeteksi stres fisiologis secara otomatis dan memberi respons menenangkan untuk anak dengan ASD,