Jakarta (ANTARA) - Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyatakan komitmen untuk memperkuat monitoring lalu lintas devisa (LDD) secara lebih granular guna mencegah potensi praktik under-invoicing yang masih cukup besar.
Ia mengatakan, penguatan tersebut dilakukan melalui refocusing dan revitalisasi kebijakan lalu lintas devisa, khususnya terkait pengawasan berbasis digital dan supervisory technology (suptech).
“Di dalam Undang-Undang itu memang kita mempunyai mandat untuk memonitor LLD. Jadi ini yang tentu kita akan lebih perkuat lagi ke depan. Karena selama ini kan kita